Posts

Movie Review : Titanic

Movie Review : Titanic By Zalfaa Azalia Pursita Titanic is a 1997 American epic romance-disaster film  that directed, written, co-produced and co-edited by James Cameron. A fictionalized account of the sinking Titanic, it stars Leonardo DiCaprio (who plays Jack Dawson) and Kate Winslet (who plays  Rose DeWitt Bukater) as members of different social classes who fall in love abroad the ship during its ill-fated maiden voyage. After winning a trip on the RMS Titanic during a dockside card game, Jack Dawson noticed the society girl named Rose DeWitt Bukater who is on her way to Philadelphia to marry her rich snob fiancĂ© Caledon Hockley. Rose was suppose to marry her mother's pick of a fine gentlemen Cal Hockley, who was only attracted to Rose by her beauty and family fortune. Rose however felt she was in a crowded room screaming for help with no one to hear. Jack did hear her, with someone to finally listen, Rose couldn't deny her feelings for Jack anymore. Their love came to a new …

Bahagia itu Sederhana

Tanyakan pada teman sebangkuku, akhir-akhir ini aku sedang berfikir, bahkan merenung. Apa perihal yang membuatku termenung? Ah, masalah klasik namun asyik untuk dibicarakan. Maukah kamu membaca? Baik, akan kuceritakan sebuah hal sederhana namun mengena dalam hati.             Pernahkah kamu berfikir bahwa bahagia itu sederhana? Ya, sangat sederhana dan mudah didapatkan oleh hati yang lapang. Tak perlu membeli gadget terbaru, mobil keluaran baru, atau pun pakaian bermerk keluaran distro terkenal.             Sobat, rasanya hatiku sedang tenggelam dalam sebuah kisah hidup seseorang. Apa itu? Maaf sebelumnya bila aku masih menulis sosok itu. Hmm, tapi sungguh di luar nalar dan logika ada hal besar yang membuka pandanganku.             Percaya tidak bahwa ada seseorang yang seumuran denganku mungkin satu atau dua tahun lebih tua yang hidupnya sangat amat sederhana dan mengesankan. Bukan masalah tampangnya tapi hatinya. Dia, BENAR-BENAR SEDERHANA dan BAIK.             Suatu hal yan…

Sebuah Pesan Perasaan

Image
Angin mengabarkanku keadaan malam ini. Katanya bulan enggan menampakkan diri. Ia mengalah pada rintik hujan yang membasahi bumi, menebar manfaat untuk seluruh kehidupan makhluk-Nya. Aku pun tidak dapat menikmati rayuan malam seperti biasa. Realita menarikku pada sebuah keadaan.             Aku ingat ketika itu, di suatu pagi yang tak terduga. Sebuah pertemuan ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa. Dedaunan seolah menggodaku untuk terus tersenyum. Seperti dulu, saat mata kita bertemu, aku tak mampu memandangmu terlalu lama.             Adalah sepotong rindu yang segera terbayarkan. Namun, apa kabar hati? Apa kau baik-baik saja karena pertemuan itu? Ayolah, aku pun tak bermaksud untuk mengusikmu.             Aku pun bertanya, apakah angin malam ini telah menyampaikan sebuah pesan perasaan yang terdalam? Kepadanya yang memiliki hati paling diam. Yang akhir-akhir ini, kubicarakan perihal dia dengan-Nya.             Sungguh, kamu adalah orang yang baik. Tidak seperti sebagian banyak le…

Ketika Tertawan Diantara Dua Pilihan

Image
EA EA EA, what’s up bro? Kalau boleh curcol gue baru seneng nih, plong juga. Iyess, a lot of things has changed my mind lately. Yeah, I must scream out loud, ea ea.. Haduh, perasaan kalau gue nulis di blog kok kayak pecicilan gini ya. Tapi, percayalah sebenernya gue ga pecicilan gini kok, haha..             Gue mau cerita nih tentang perang yang baru aja gue lalui. Bukan, gue nggak ikut-ikutan menyerang negara api sama Aang the legend of air, tapi maksud gue adalah perang batin. Beuh, perang batin tuh rasanya nyesek-nyesek gimana gitu. Kan kalau perang di film-film bisa ditonton, seru. Lah ini tempatnya di hati, hanya gue dan Allah yang tahu.             Gue udah kelas 12 yang kalau kebanyakan atau umumnya pasti berpikiran akan melanjutkan ke jenjang universitas. Liat temen-temen gue, sibuk cari buku SBMPTN, ikut try out SBM, harap-harap cemas masuk SNMPTN, dan mulai daftar perguruan tinggi swasta buat jaga-jaga kalau di PTN ga keterima. Pokoknya, no tranquilly was there unt…

Kutemukan Cinta di Edinburgh

Image

Menjaga dalam Penjagaan Terbaik

Image
Adalah aku yang masih bertahan hingga saat ini. Dengan petunjuk dan rahmat-Nya, aku masih bisa membingkai prinsip ini dengan kokoh. Aku tidaklah mengenal mengenai sebuah hubungan yang tidak halal selama berseragam putih abu-abu. Sulit? Memang.             Tapi, ini indah. Ketika dirimu sedang jatuh cinta pada seseorang. Kau asyik berdialog dengan Allah membicarakannya. Sesekali, menyelipkan doa kebaikan untuk si dia. Asyik, sekali. Namun, hanya kau dan Allah yang tahu mengenai perasaan yang membuncah. Dia yang kau kagumi pun tak tahu apa yang kau rasa.             Di titik ini, aku bisa bangkit. Ketika pada tahun kesekian, pertahananku sedikit runtuh ketika seseorang dengan karakter yang unik menyapaku. Allah sungguh baik, Dia melindungi hatiku. Walau berat, semua harus kulakukan bukan? Aku berhasil menaklukan semua ego yang mengendap dan akhirnya mengikhlaskan semua.             Saat memasuki tahun ketiga, saat ini.. kau harus tahu. Bahwa jatuh cinta adalah hal yang berbahay…

Ingin Rehat Dalam Dekapan-Nya

Image
Every single person certainly feel bored about something. Pretend to show if everything goes well but indeed, he/she hide away something that very bad to feel. Yeah, gue tulis tulisan ini ketika rintik hujan menyapa. Sama kayak perasaan gue, hati baru gerimis.             Pernah nggak sih lo merasa jemu akan sesuatu? Kayak kalau disuruh minum yogurt tiap hari pasti eneg kan. Emang sih yogurt itu enak dan bermanfaat tapi ada titik jenuhnya juga kan? Nah, it’s a bad or good news gue merasa bimbang, ragu, dan tentu saja bosan. It’s all about school life. Kenapa gue bisa bilang bosen? Semenjak diberlakukan lima hari kerja, dampak psikologi siswa masih banyak yang belum siap. Termasuk gue.. kalau ada tugas seabrek, kapan ngerjain. Gue sampai rumah sekitar jam 4, ikut kegiatan di deket rumah sampai jam setengah enam, lalu sholat, makan, sholat isa’, bantuin ortu.. dan paling nggak baru bisa sampai meja belajar sekitar jam 8. Itu pun teklak-tekluk karena nguantuk.. Ya Allah, siangnya nggak tid…